LATAR BELAKANG TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

Pengawas Operasional Pertama pertambangan mempunyai peran yang sangat penting dalam operasi pertambangan, dimana para pengawas pertambangan yang membawahi langsung para karyawan tingkat pelaksana, pengawas ini diwajibkan untuk mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, serta mempunyai ketrampilan yang memadai dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pertama pertambangan. Sesuai dengan Permen 26 Tahun 2018 dan Kepmen 1827K Tahun 2018 bahwa Kepala Teknik Tambang Wajib menyelenggarakan pelatihan bagi pengawas, dengan materi minimal telah ditetapkan,  hal ini juga seiring dengan keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/djg/2003 tentang kompetensi Pengawas Operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi.

SASARAN DAN MANFAAT TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

  • Peserta memahami dan mampu untuk melakukan pengawasan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan
  • Peserta memahami dan memiliki kompetensi sebagai Pengawas Operasional Pertama (POP)
  • Peserta mampu menerapkan kerja efektif untuk membantu tugas Kepala Teknik Tambang

PESERTA YANG PERLU IKUT TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

  • Pengawas operasional/Teknik Tambang dan karyawan kontraktor

PERSYARATAN PESERTA TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

  • DOKUMEN:
  • Foto kopi KTP/KK sebanyak 2 lembar.
  • Surat Penugasan dari perusahaan untuk mengikutiuji kompetensi POPdi tandatangan oleh KTT/PJO dan di stempel.
  • Copy SK Pengangkatan Pegawai.
  • Curriculum Vitae (CV)/ Daftar Riwayat Hidup terkini.
  • Copy Ijasah terakhir.
  • Uraian Pekerjaan terkini (Job Desk).
  • Pas foto 3×4 sebanyak 5 lembar berlatarbelakang merah dan berpakain kemeja berdasi.
  • (Khusus Expatriat) Surat Ijin Bekerja dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
  • Copy sertifikat-sertifikat training K3 (jika ada)

PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN

  • Minimal pendidikan SLTA/D3/S1/S2/S3 semua jurusan.
  • Pengalaman di bidang pertambangan mineral dan/ atau batubara untuk SLTA Minimal 10 tahun, D3 Minimal 3 tahun, S1/S2/S3 Minimal 1 tahun.
  • Bagi Tenaga Kerja Asing (TKA). Memiliki Surat Ijin Bekerja yang berlaku dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
  • Sekurang – kurangnya adalah pengawas tim atau memiliki sekurang – kurangnya 2 (dua) anak buah.

Bukti-bukti kerja lapangan yang harus dibawa/disiapkan

  • 1.Inspeksi
  • 2.Shift report
  • 3.Insident report tingkat 1
  • 4.Safety talk
  • 5.Sosialisasi SOP
  • 6.Work permit yang sudah diisi (Ijin Kerja khusus atau, Ijin kerja ruang terbatas atau, Form Ijin Kerja penggalian atau, Dll_
  • 7.Rekaman safety meeting (Absensi, Notulen dan Laporan tindak lanjut)
  • 8.Lain – lain

OUTLINE TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)
Peraturan Perundangan K3 Pertambangan

  • Dasar-Dasar Lingkungan hidup3.Dasar Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Potensi Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja
  • Hazard Indentification, Risk Assessment and Risk Control (HIRADC)
  • Job Safety Analysis (JSA)
  • Surat Ijin Kerja Aman8.Teknik Inspeksi dan Pengamatan
  • Safety Meeting (Pertemuan K3)
  • Teknik Pemeriksaan Kecelakaan
  • Safety Accountability ( Tanggung gugat K3 Pengawas Operasional)

FASILITAS TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

  • Hard / Soft Copy Materi Training
  • Sertifikat Kompetensi POP dari BNSP
  • Kartu tanda kompetensi BNSP
  • Sertifikat training POP dari HSP Academy
  • Kaos PT CMI

JADUAL TRAINING PENGAWAS OPERASIONAL PERTAMA (POP)

  • Durasi Training 3 Hari + Ujian 1 Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *