Dalam dunia kerja, perusahaan diharuskan untuk menerapkan persyaratan K3 untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat pekerjaan. Berangkat dari masalah ini, pemerintah akhirnya membuat suatu program penunjukan ahli K3 umum yang menjadi tangan panjang pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan supaya berjalan sesuai Undang-Undang yang berlaku. Masalahnya, tak sembarang orang bisa menjadi ahli K3 umum. Calon ahli K3 umum harus mengikuti sertifikasi K3 umum untuk mengukur sejauh apa tingkat kompetensinya di bidang K3. Setelah sertifikasi usai, nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat K3 umum sebagai bukti telah lolos pengujian.

Siapa yang Mengeluarkan Sertifikat Ahli K3 Umum?

Setidaknya ada tiga lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat K3 umum, yaitu BNSP, LSP, dan Kemnaker. Untuk LSP, sertifikat K3 umumnya sama dengan BNSP karena LSP berada di bawah naungan BNSP. Bagi yang belum tahu pasti bertanya-tanya, apa bedanya sertifikat K3 umum dari BNSP dan Kemnaker RI?

Yang pertama dari segi persyaratan. Bila Anda mengikuti sertifikasi K3 Kemnaker, syarat penting yang harus Anda penuhi yaitu:

  • sarjana dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang keahliannya
  • sarjana muda yang memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang keahliannya.

Berbeda dengan Kemnaker, persyaratan sertifikasi K3 BNSP dibedakan menjadi 3 sesuai tingkatan yang dipilih apakah tingkat muda, tingkat madya, atau tingkat utama. Penjelasan persyaratan masing-masing tingkatan adalah sebagai berikut:

  • Tingkat muda
  1. SLTA : memiliki pengalaman 3 tahun di bidang K3
  2. D3: punya pengalaman kerja di bidang K3 minimal 2 tahun
  3. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  1 tahun di bidang K3
  4. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 1 tahun di bidang K3
  5. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 6 bulan di bidang K3
  • Tingkat madya
  1. SLTA : memiliki pengalaman 10 tahun di bidang K3
  2. D3: punya pengalaman kerja di bidang K3 minimal 8 tahun
  3. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  7 tahun di bidang K3
  4. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 5 tahun di bidang K3
  5. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang K3
  • Tingkat utama
  1. Tidak berlaku untuk SLTA
  2. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  10 tahun di bidang K3
  3. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 8 tahun di bidang K3
  4. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang K3

Perbedaan selanjutnya terletak pada dokumen yang diterima. Setelah mengikuti sertifikasi K3 Kemanker, Anda akan mendapatkan 3 dokumen yaitu sertifikat keikutsertaan pembinaan calon ahli K3 umum, surat keputusan penunjukan (SKP) ahli K3 umum, dan lisensi K3. Sedangkan, BNSP hanya memberikan 1 sertifikat saja.

Satu lagi yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan sertifikasi K3 Kemnaker dan BNSP ialah cara memperpanjang sertifikat yang telah habis masa berlakunya (3 tahun). Tidak ada ujian ulang bagi Anda yang melakukan perpanjang sertifikasi Kemnaker. Anda hanya perlu mengajukan permohonan. Beda dengan BNSP yang mengharuskan Anda untuk mengikuti ujian ulang untuk memperbarui masa berlaku sertifikat terkait.

Manfaat Mengikuti Sertifikasi Ahli K3 Umum

Untuk mendapatkan sertifikat K3, Anda tentu harus mengikuti sertifikasi yang digelar selama beberapa hari. Melalui acara ini, Anda bisa belajar bagaimana cara mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja, membantu Anda memahami situasi di lingkungan kerja, hingga meningkatkan citra positif perusahaan serta memberikan kepercayaan kepada klien perusahaan.

Contoh Sertifikat Ahli K3 Umum Beserta Penjelasannya

Beda lembaga yang mengeluarkan, tentu saja beda pula tampilannya. Anda bisa melihat bahwa contoh sertifikat K3 umum BNSP tampak berbeda dengan milik Kemnaker. Bila diperhatikan, sertifikat K3 umum BNSP terdiri dari dua halaman yaitu bagian depan yang berisi informasi nomor registrasi, unit kompetensi yang diikuti, tingkatan (utama, muda, madya) yang dipilih, dan masa berlaku sertifikat. Beralih ke bagian belakang sertifikat K3 umum BNSP,  Anda akan melihat informasi tentang daftar unit kompetensi, foto peserta, dan tanda tangan.

Contoh Sertifikat BNSP

Bila BNSP hanya mengeluarkan 1 sertifikat, sesuai penjelasan sebelumnya Kemnaker akan mengeluarkan 3 dokumen setelah sertifikasi. Dua di antaranya merupakan dokumen penting yaitu lisensi K3 yang punya bentuk menyerupai KTP dan SKP ahli K3 umum yang memiliki format seperti dokumen Keputusan Menteri Ketenagakerjaan disertai dengan keterangan penunjukan sebagai ahli K3 umum, nama, tempat dan tanggal lahir, perusahaan, alamat, serta foto.

Contoh Sertifikat, SKP dan Lisensi Kemnaker RI

Itu dia penjelasan singkat seputar sertifikat K3 umum. Sebelum mengikuti sertifikasi, ada baiknya Anda mengikuti pelatihan sertifikasi K3 yang diselenggarakan oleh jasa pelatihan seperti PT.Cipta Mandala Indonesia. Dengan begitu, pengetahuan Anda seputar bidang K3 pun akan bertambah dan bisa memperlancar proses sertifikasi Kemnaker dan BNSP.

Yuk, tunggu apa lagi  Cari Tahu Apa Itu Sertifikasi Ahli K3 Umum Kemnaker RI dan BNSP

https://bit.ly/2Zws9n7
https://bit.ly/38pXUSJ
hubungi contact person:
eva : 082224100500
Ifa : 082359207225

Start from me to zero accident

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *