Sertifikasi Kompetensi K3 Memperbesar Peluang Kerja

Sebelum memahami lebih jauh mengenai sertifikasi kompetensi K3, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui apa itu standar kompetensi. Yang dimaksud kompetensi merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu aktivitas yang mengacu pada beberapa karakteristik, baik yang bersifat dasar, pengetahuan, keterampilan maupun perilaku dengan tingkat kemampuan yang dapat berubah, tergantung sejauh mana pengetahuan, keterampilan, maupun perilaku tersebut diasah. Dengan begitu, standar kompetensi merupakan rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja (penilaian pekerjaan atau tugas) yang dipersyaratkan. Sedangkan pengertian adalah sertifikasi nasional yang berbasis kompetensi SKKNI atau Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Sementara itu, SKKNI merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta keahlian dan keterampilan kerja. Dalam hal ini, pelaksanaan sertifikasi kompetensi harus relevan terhadap pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi merupakan bukti pengakuan dari keahlian seseorang pada bidang kerjanya.

Mengapa Sertifikasi K3 Memperbesar Peluang Kerja?

Hal ini dikarenakan sertifikasi kompetensi K3 merupakan bukti atas keahlian dalam bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dengan begitu, dengan adanya sertifikasi K3 akan berimbas pada kesempatan bekerja sesuai dengan perkembangan dan persaingan yang terjadi dalam dunia industri. Terlebih lagi, persaingan yang dilakukan tak hanya antar calon pekerja di Indonesia saja. Namun juga termasuk calon pekerja dari negara lain. Dengan begitu, bila persaingan semakin meningkat, maka peluang memasuki lapangan kerja juga akan semakin sulit. Terlebih jika kompetensi yang dimiliki masih kurang dibandingkan pesaing atau calon pekerja lainnya. Itulah sebabnya, mengapa pelatihan atau training yang berbasis kompetensi sangat Anda perlukan untuk dapat bersaing dan menjadi pekerja yang profesional di industri kerja, khususnya pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, karena sertifikasi K3 dinilai sangat penting, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) menerbitkan suatu acuan terhadap standar kompetensi K3.
Dengan dikuasainya standar kompetensi oleh seseorang atau pekerja, maka yang bersangkutan akan mampu:
  1. Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
  2. Mengorganisasikan pekerjaan agar dapat terlaksana
  3. Mengambil keputusan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula
  4. Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk dapat memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda
  5. Mengevaluasi tugas dan tanggung jawabnya

Sertifikasi Kompetensi K3 Berkaitan Langsung Dengan SDM

SKKNI K3 ini juga mengacu pada segala standar kompetensi K3, baik itu yang berasal dari dalam ataupun luar negeri. Sebab diharapkan sertifikasi K3 ini setara dengan negara lainnya.
Berkaitan dengan hal ini, penyusunan kompetensi K3 sendiri dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk secara langsung oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi  bersama dengan para pemangku kepentingan K3, yang meliputi DK3N (Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional), instansi pemerintah, kalangan industri, asosiasi pengusaha, asosiasi profesi K3, Serikat Pekerja, dan lembaga pelatihan K3.
Harapannya, dengan adanya SKKNI K3, perusahaan-perusahaan di Indonesia mampu mengembangkan kompetensi para pekerjanya, khususnya dalam bidang K3 Terlebih lagi, sertifikasi kompetensi K3 ini juga berkaitan langsung dengan kualitas Sumber Daya Manusia, sehingga peluang memasuki dunia kerja secara global akan lebih besar.
Adapun dasar hukum yang mengatur sertifikasi kompetensi kerja mengacu pada Undang Undang RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 18 yang berbunyi :
  • Tenaga kerja berhak untuk memperoleh pengakuan kompetensi kerja bila telah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja swasta, lembaga pelatihan kerja pemerintah, ataupun pelatihan di tempat kerja;
  • Pengakuan kompetensi kerja yang dimaksud pada ayat (1) ialah dilaksanakan melalui sertifikasi kompetensi kerja;
  • Sertifikasi kompetensi kerja yang dimaksud pada ayat (2) bisa juga diikuti oleh tenaga kerja yang sudah berpengalaman;
  • Untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja, maka dibentuk BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang independen.
Dengan demikian, maka secara jelas Undang Undang RI Nomor 13 tahun 2003 di atas menyebutkan bahwa lembaga sertifikasi memiliki otoritas guna mengeluarkan serta memberikan sertifikasi kompetensi kerja layaknya BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang independen.

Pelatihan Berbasis Kompetensi, Upaya Pelaksanaan K3 Untuk Memperbesar Peluang Kerja

Untuk membentuk para pekerja yang profesional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tentu harus melalui training atau pelatihan K3 yang berbasis kompetensi. Dalam hal ini, dikenal juga dengan istilah Competency Based Training (CBT). Sebagai lembaga pelatihan dan konsultan yang profesional dalam bidang K3 umum maupun K3 Migas , kami dari PT Cipta Mandala Indonesia  telah berkomitmen untuk menyiapkan materi yang mengacu pada SKKNI serta kebutuhan di lapangan. Di mana, materi-materi Materi K3 tersebut harus selalu diperbaharui sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah maupun kasus di lapangan agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan para peserta pelatihan K3. Tujuan dari pelatihan dan sertifikasi K3 berbasis kompetensi di PT. Cipta mandala Indonesia  ini ialah untuk menyiapkan para peserta pelatihan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang profesional sehingga mereka siap untuk memberikan kontribusinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Lebih dari itu, pelatihan ini secara tidak langsung bukan hanya memperbesar Peluang kerja saja, melainkan juga sebagai pilihan yang tepat untuk perusahaan guna meningkat produktivitas para pekerja, sehingga mampu mengembangkan sumber daya perusahaan serta meningkatkan daya saing antar perusahaan di era global.

Referensi:
  • Undang Undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional
  • Lumempow, Omega Ester, dkk. 2018. Jurnal Sipil Statik Vol.6 No. 12 Desember 2018. Study Penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang K3
www.ptcmi.co.id

Online Training QHSE Awareness Training

Online Training

QHSE Awareness Training

ISO atau The International Organization for Standardization merupakan suatu standarisasi bertingkat internasional yaitu salah satu badan penetap standar internasional yang terdiri dari berbagai wakil dari badan standarisasi nasional di setiap negara untuk mengukur mutu sebuah organisasi atau perusahaan baik di bidang industri maupun komersial. Setiap perusahaan yang sudah tersertifikasi ISO akan lebih berpeluang untuk bisa memenangkan persaingan di pasar global dikarenakan perusahan atau organisasi tersebut telah memiliki suatu standar jaminan kualitas baik barang maupun jasa dari suatu badan standar dunia yaitu ISO sehinga dengan mudah dapat mendapatkan nilai kepercayaan dari para rekan bisnis maupun konsumen. Pelatihan QHSE Awarenes Training secara online telah kami buka sehingga sangat memudahkan untuk mengikuti materi dimanapun berada, pelatihan ini sangat berguna untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa, fresh graduate maupun yang telah bekerja.

Durasi Pelaksanaan

Efektif 1 hari pelatihan Online Class

Materi Pelatihan

✓ ISO 14001 – 2015 (Sistem Manajemen Lingkungan) Awareness Training ✓ ISO 9001 – 2015 (Sistem Manajemen Mutu) Awareness Training ✓ ISO 45001 – 2018 (Sistem Manajemen K3) Awareness Training ✓ SMK3 – PP 50 2012 (Sistem Manajemen K3) Awareness Training

Pelaksanaan

Juli  2020

Lokasi kegiatan

Kegiatan pelatihan dan sertifikat akan diselenggarakan di Surabaya  secara online

Harga investasi

✓ Rp. 400.000,-

Informasi Online Training QHSE Awareness Training

https://bit.ly/2Zws9n7
https://bit.ly/38pXUSJ

hubungi contact person:
eva : 082359207225
Ifa : 082359207225
“Safety is a Choice You Make”

H2S Safety Awareness Training

 

Sharing Session Online Training

  Salah satu bahaya di lingkungan kerja yang sangat berpotensi menimbulkan korban jiwa adalah munculnya gas beracun hidrogen sulfida (H2S). Gas H2S merupakan gas yang tidak berwarna dan sangat beracun. Gas ini dikategorikan hazard industri yang sangat berbahaya karena dua alasan: tidak bisa mengandalkan penciuman sebagai peringatan awal dan serangan kerusakan indera secara tiba-tiba (NIOSH, 1983). Selain di lokasi pemboran, gas hidrogen sulfida juga ditemukan pada lokasi produksi migas dan panas bumi, pabrik kertas, dan industri kimia lainnya. Mengingat sangat berbahayanya gas ini maka diperlukan suatu pekerjaan  atau petugas yang dikhususkan untuk memonitoring keberadaan dan kemunculan gas ini selama operasi berlangsung, khususnya dilokasi kerja yang berpotensi terdapat gas H2S. Ini diperkuat dengan Kepmennaker No. KEP. 210/MEN/X/2008 : Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Minyak dan Gas Bumi Serta Panas Bumi Sub sektor Industri Minyak dan Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting) Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sub Bidang Penanganan Bahaya Gas H2S. Selain adanya petugas khusus, setiap pekerja yang berada di fasilitas industri perminyakan termasuk pemboran yang memungkinkan adanya kandungan gas beracun H2S harus memiliki pengetahuan tentang bahaya dan penanganan gas H2S serta mengembangkan pedoman keselamatan operasi terhadap bahaya gas beracun H2S. Dalam hal ini termasuk menyangkut pengetahuan tentang H2S, operasi yang aman, serta prosedur tanggap darurat (API 55-1995).  

Materi Pelatihan

  • Apa itu H2S
  • Pengenalan alat deteksi dan proteksi
  • Tanggap darurat

Durasi Pelaksanaan

Efektif 1 hari kerja pelatihan

Pelaksanaan

Agustus 2020  

Lokasi Kegiatan

Kegiatan sharing session online training akan diselenggarakan menggunakan aplikasi zoom  

Harga Investasi

Rp. 3000.000  

Informasi Sharing Session H2S Safety Awareness Online Training

https://bit.ly/2Zws9n7
https://bit.ly/38pXUSJ
hubungi contact person:
eva : 082224100500
Ifa : 082359207225
Make Safety is Your Choice

(juli_agustus _ 2020) Uji Kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP) dan Madya (POM) Pertambangan – Online

Online Event Uji Kompetensi  Pertambangan

Pengawas Operasional Pertama (POP)

Pengawas Operasional Madya (POM)

 
Industri pertambangan adalah industri yang memiliki risiko tinggi. Sudah menjadi rahasia umum, jika telah tercatat banyak sekali kecelakaan pada industri pertambangan yang harus menjadi pelajaran berharga untuk pekerja industri. Bencana ini bisa saja disebabkan karena kelalaian kerja, serta ketidakpedulian pada persyaratan Keselamatan dan Kesehatan kerja. Maka dari itu, sangat penting bagi seorang karyawan industri pertambangan untuk bekerja secara profesional sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional sektor industri pertambangan. Untuk menjadi karyawan yang profesional, seseorang harus mengikuti sertifikasi berdasar pada kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP atau Badan Nasional Sertifikat Kompetensi.

Biaya Investasi Online Uji Kompetensi

  • POP Pertambangan : Rp 4000.000,-
  • POM Pertambangan : Rp 5.500.000,-

Persyaratan Peserta

    1. Pendidikan terakhir minimal SLTA dengan pengalaman 10 tahun dan D3 minimal 3 tahun, S1/ S2/ S3 minimal 1 tahun di industri pertambangan
    2. Pemimpin tim kerja atau memiliki bawahan / anak buah
 
  1. Persyaratan peserta diklat & uji kompetensi mengacu kepada PERMEN ESDM Nomor 43 Tahun 2016

Persyaratan Dokumen

  1. Melampirkan surat tugas dari perusahaan yang ditandatangani oleh KTT
  2. Mengisi formulir uji (APL01 & APL02) dilengkapi evidence / portofolio hasil kerja yang dimiliki
  3. Melampirkan Curiculum Vitae(CV)
  4. Fotocopy ijazah terakhir dan KTP
  5. Melampirkan Job Description 
  6. Pas Foto 3×4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang berwarna merah
  7. Surat keterangan / kartu peserta dari PT Cipta Mandala Indonesia

Pendaftaran

https://bit.ly/2Zws9n7 https://bit.ly/38pXUSJ hubungi contact person: eva : 082224100500 Ifa : 082359207225
Start from me to zero accident

Ini Dia Penjelasan, Manfaat, dan Contoh Sertifikat Ahli K3 Umum

Dalam dunia kerja, perusahaan diharuskan untuk menerapkan persyaratan K3 untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat pekerjaan. Berangkat dari masalah ini, pemerintah akhirnya membuat suatu program penunjukan ahli K3 umum yang menjadi tangan panjang pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan supaya berjalan sesuai Undang-Undang yang berlaku. Masalahnya, tak sembarang orang bisa menjadi ahli K3 umum. Calon ahli K3 umum harus mengikuti sertifikasi K3 umum untuk mengukur sejauh apa tingkat kompetensinya di bidang K3. Setelah sertifikasi usai, nantinya peserta akan mendapatkan sertifikat K3 umum sebagai bukti telah lolos pengujian. Siapa yang Mengeluarkan Sertifikat Ahli K3 Umum? Setidaknya ada tiga lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat K3 umum, yaitu BNSP, LSP, dan Kemnaker. Untuk LSP, sertifikat K3 umumnya sama dengan BNSP karena LSP berada di bawah naungan BNSP. Bagi yang belum tahu pasti bertanya-tanya, apa bedanya sertifikat K3 umum dari BNSP dan Kemnaker RI? Yang pertama dari segi persyaratan. Bila Anda mengikuti sertifikasi K3 Kemnaker, syarat penting yang harus Anda penuhi yaitu:
  • Sarjana dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang keahliannya
  • Sarjana muda yang memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang keahliannya.
Berbeda dengan Kemnaker, persyaratan sertifikasi K3 BNSP dibedakan menjadi 3 sesuai tingkatan yang dipilih apakah tingkat muda, tingkat madya, atau tingkat utama. Penjelasan persyaratan masing-masing tingkatan adalah sebagai berikut:
  • Tingkat muda
  1. SLTA : memiliki pengalaman 3 tahun di bidang K3
  2. D3: punya pengalaman kerja di bidang K3 minimal 2 tahun
  3. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  1 tahun di bidang K3
  4. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 1 tahun di bidang K3
  5. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 6 bulan di bidang K3
  • Tingkat madya
  1. SLTA : memiliki pengalaman 10 tahun di bidang K3
  2. D3: punya pengalaman kerja di bidang K3 minimal 8 tahun
  3. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  7 tahun di bidang K3
  4. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 5 tahun di bidang K3
  5. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang K3
  • Tingkat utama
  1. Tidak berlaku untuk SLTA
  2. S1 non teknik & non K3: memiliki pengalaman kerja minimal  10 tahun di bidang K3
  3. S1 teknik (non K3): punya pengalaman kerja 8 tahun di bidang K3
  4. S1 K3: Punya pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang K3
Perbedaan selanjutnya terletak pada dokumen yang diterima. Setelah mengikuti sertifikasi K3 Kemanker, Anda akan mendapatkan 3 dokumen yaitu sertifikat keikutsertaan pembinaan calon ahli K3 umum, surat keputusan penunjukan (SKP) ahli K3 umum, dan lisensi K3. Sedangkan, BNSP hanya memberikan 1 sertifikat saja. Satu lagi yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan sertifikasi K3 Kemnaker dan BNSP ialah cara memperpanjang sertifikat yang telah habis masa berlakunya (3 tahun). Tidak ada ujian ulang bagi Anda yang melakukan perpanjang sertifikasi Kemnaker. Anda hanya perlu mengajukan permohonan. Beda dengan BNSP yang mengharuskan Anda untuk mengikuti ujian ulang untuk memperbarui masa berlaku sertifikat terkait. Manfaat Mengikuti Sertifikasi Ahli K3 Umum Untuk mendapatkan sertifikat K3, Anda tentu harus mengikuti sertifikasi yang digelar selama beberapa hari. Melalui acara ini, Anda bisa belajar bagaimana cara mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja, membantu Anda memahami situasi di lingkungan kerja, hingga meningkatkan citra positif perusahaan serta memberikan kepercayaan kepada klien perusahaan. Contoh Sertifikat Ahli K3 Umum Beserta Penjelasannya Beda lembaga yang mengeluarkan, tentu saja beda pula tampilannya. Anda bisa melihat bahwa contoh sertifikat K3 umum BNSP tampak berbeda dengan milik Kemnaker. Bila diperhatikan, sertifikat K3 umum BNSP terdiri dari dua halaman yaitu bagian depan yang berisi informasi nomor registrasi, unit kompetensi yang diikuti, tingkatan (utama, muda, madya) yang dipilih, dan masa berlaku sertifikat. Beralih ke bagian belakang sertifikat K3 umum BNSP,  Anda akan melihat informasi tentang daftar unit kompetensi, foto peserta, dan tanda tangan. Contoh Sertifikat BNSP
Bila BNSP hanya mengeluarkan 1 sertifikat, sesuai penjelasan sebelumnya Kemnaker akan mengeluarkan 3 dokumen setelah sertifikasi. Dua di antaranya merupakan dokumen penting yaitu lisensi K3 yang punya bentuk menyerupai KTP dan SKP ahli K3 umum yang memiliki format seperti dokumen Keputusan Menteri Ketenagakerjaan disertai dengan keterangan penunjukan sebagai ahli K3 umum, nama, tempat dan tanggal lahir, perusahaan, alamat, serta foto.

Contoh Sertifikat, SKP dan Lisensi Kemnaker RI
Itu dia penjelasan singkat seputar sertifikat K3 umum. Sebelum mengikuti sertifikasi, ada baiknya Anda mengikuti pelatihan sertifikasi K3 yang diselenggarakan oleh jasa pelatihan seperti PT.Cipta Mandala Indonesia. Dengan begitu, pengetahuan Anda seputar bidang K3 pun akan bertambah dan bisa memperlancar proses sertifikasi Kemnaker dan BNSP.

Yuk, tunggu apa lagi  Cari Tahu Apa Itu Sertifikasi Ahli K3 Umum Kemnaker RI dan BNSP

https://bit.ly/2Zws9n7
https://bit.ly/38pXUSJ
hubungi contact person:
eva : 082224100500
Ifa : 082359207225

“Safety is a Choice You Make”

Anda telah berhasil berlangganan Produk Kami.

Terjadi kesalahan saat mencoba mengirim permintaan Anda. Silakan coba lagi!

PT. CIPTA MANDALA INDONESIA akan menggunakan informasi yang Anda berikan pada formulir ini. Kami akan menghubungi Anda untuk memberikan informasi terbaru tentang produk Kami melalui Email.

Hormat Kami,
Tim IT PTCMI